Rabu, 14 Maret 2018

15 Menit Cerita Babam Bersama Pramugari Batik Air

" Im Flying, papih here Aeroplane so awsome "


Spesial dan uji nyali, akhirnya papih memberanikan diri membawa Babam terbang kembali setelah 2 tahun berselang. 





Waktu kurang lebih 2 tahun itu sengaja kita melakukan jeda untuk melihat perkembangan Babam setelah kami kapok membawanya naik pesawat. Saat itu Babam sulit sekali duduk dengan rapi memakai sabuk dalam waktu 10 detik.

1jam diatas pesawat, di dominasi untuk memikirkan apa lagi, apa lagi, apa lagi yang harus kami lakukan untuk mengajak Babam duduk. AC pesawat juga tidak mampu menahan cucuran keringat kami yang tidak hanya lelah, tapi juga grogi, bingung, agak emosi melihat kelakuan Babam yang khawatir mengganggu penumpang lain.

Kini beberapa hari lagi Babam usia 5 tahun dan kami nilai sudah bisa di beri pengertian sedikit walaupun tetap "unpredictable". Kami menceritakan saat kepulangan dari Surabaya ada cerita yang membuat kami tidak menyangka. Sebagai orang tua kami merasa senang ketika melihat anak kami membuat orang lain tersenyum, sebagai orang tua kami lebih tersenyum lagi, apalagi papih tersenyum lebar.

Mepet Boarding

Sebenarnya agak riskan sih kalau naik pesawat melewati waktu yang tipis, nyaris bikin hati bergular menjadi deg-degan. Tapi lebih bahaya lagi kalau 2 jam full hanya menunggu Babam di Bandara, seakan media kreatif diotak kami sudah benar menipis.

Setelah drama perpisahan tangis dan teriakan Babam dengan sepupunya karena harus pulang, kami menenangkan dahulu dengan kata kunci hari ini yaitu "crazy rabbit".


Bersama sepupu Babam di Surabaya


Papih mengunci dengan membopong Babam, tanda sudah tidak ada kata yang mampu mengajaknya untuk menepi dan mengerti.

Tangisan yang petjah membuat Babam say no untuk naik pesawat, sambil menggerek koper yang bernada warna serupa dengan kaos Babam mamih melarak-lirik bagian keberangkatan dan papih membopong Babam dengan tas punggung yang beratnya sama.

Papih bilang "look the x-ray Babam can go there and see" yang tadinya terdengar auman jadi ada suara mungil excited "wow wowwow yeah ohh yoyoyy Babam x-ray" Babam terlihat antusias.

Langsung papih mengajak untuk menepi dan mamih memberikan bukti kepada petugas, mengambil box berwarna hijau dan mengajak Babam meletakan boneka poo yang selalu dibawanya.

Pandangan mata Babam selalu melalang buana ke sekeliling, "ouh no no papih what is that" tanya Babam menunjuk spot foto dengan hiasan dekorasi reog ponorogo. "ouhh thats Reoq is a mask for dancing, Babam want take a picture?" tanya papih.

Mamih berharap Babam mengangguk, supaya bisa eksis ekh Babam menggeleng dan bilang " ahh ahh" yang jelas garis keras gak mau. Setelah melewati pemeriksaan pertama kami langsung menuju loket untuk ceck in dan menaruh koper di bagasi. Umm balik nguamuk dan nangis di bopong lagi, karena koper gak boleh dibawa ke bagasi. 

Papih langsung menjelaskan bahwa bla bla bla, bilang kalau koper ditaro bagasi di bawah pesawat, nanti akan ketemu koper lagi, mau cari apa di koper?? kalau susu udah ada di tas dan segala penjelasan yang mudah di mengerti tapi Babam gak mau mengerti.

Cobalah mengerti Bam !

Setelah membopong Babam sambil naik eskalator ada pemeriksaan X-ray kedua dan membuat tangisan Babam yerhenti seketika di detik bola matanya melihat kotak pemeriksaan. Sudah lupa dengan kopernya barusan dan langsung bergegas meletakkan poo.


Saat mau masuk Gate

Jam 8 kami sampai untuk jadwal pesawat jam 08.55 malam. Berselang kami melepaskan gedongan Babam sudah mulai lari bolak-balik dari gate 10 ke gate 6 berulang-ulang. Sempat memesan kopi dan ternyata minuman coklat yang menyelamatkan kami agar Babam mau sejenak diam di kafe.

Baru juga duduk dan ngopi panggilan boarding sudah tertera di layar kafe. Papih juga melangkah sejenak ke toilet dan mamih menjaga Babam yang kalau melihat lorong gate maunya lari terus. 


Istirahat sejenak 5 menit langsung boarding

Papih langsung datang kaya pahlawan dan lari bopong Babam, selamat lah langsung menuju pintu boarding dan mengantri memasuki pesawat. Selama antrian papih menahan tangan Babam dan bercerita ini kita mengantri, mau pulang ke Depok, kita naik pesawat tinggi dan akan banyak lampu, sebisa mungkin yang membuat Babam excited.

Para penumpang sudah memenuhi kursi, dan mulai Babam dilirik pramugari saat memasuki pesawat dengan mata binar melintasi sepanjang kursi dan papih berbisik "twenty five, two and five your seat". Babam kantas mengangguk "ouhh yeah". Sok tau banget dalam hati papih, satu pramugari mencolek pipi Babam, ketemu lagi di langkah berikutnya mengelus rambut Babam dan mengantar kami ke kursi.


Koper mamih gone hahaha

Sebenarnya agak khawatir juga bila datang mepet waktu boarding, dan Alhamdulillah tidak ada antrian yang panjang ketika di pemeriksaan dan ceck in jadi waktu lebih singkat dalam menunggu.

Siap Lepas Landas

Biasanya Babam duduk dekat jendela agar lebih banyak yang dilihatnya dan mulai fokus untuk duduk. Papih mengambil lembar keselamatan karena Babam langsung berubah ketakutan wajahnya kalau melihat lembaran tersebut. 


No safety jacket mamih

" so scary aeroplane crash ", duh kan jadi deg-degan gak lucu kalau diatas tetiba berubah moodnya gak mau naik pesawat. Saat ada pengumuman pesawat akan lepas landas Babam langsung sigap pakai sabuk pengaman walaupun goyang kesana kemari, membuka tutup jendela juga meja yang terpampang didepan wajahnya.

Saat lepas landas sangat excited dan senang, ketika berada di ketinggian, pesawat terasa belum stabil dan papi juga mamih memegang dramatis tangan mungil Babam supaya tidak takut dan memikirkan macam-macam.

Papih termasuk gagal membuat Babam tidur di pesawat. Setelah mengajak seharian Babam main, lari kesana kemari, main petak umpet, dan berbagai macam supaya ia lelah tapi tapi tapi sudahlah pasrah. Dengan berbagai gaya tiduran, berdiri, jalan di dalam pesawat masih aman walaupun mamih ingin segera turun melihat tingkahnya.


Gak tidur "misi failed" hihi


Saat dipesawat Babam bilang mau pipis, tapi ia takut dengan suara mesin di toilet, jalan kebelakang sambil menutup kesua telinga mungilnya. Didepan toilet ketemulah dengan beberapa pramugari, Babam dada dada dan juga salim, ketika kembali ke kursi, saat pramugari bolak-balik melintasi kursi kami, beberapa pramugari selalu mencolek dan mengelus entah pipi, rambut, juga dagu Babam.

Babam dibawa kebelakang pesawat  

Sudah 40 menit berada di atas pesawat, cerita apalagi yang mau kami sampaikan ?. Papih sudah letih dan mamih juga ngantuk sekali, apalagi Babam di atas pesawat segar bugar. Tiba-tiba Babam ingat koper yang dibagasi dan ia ingat menanyakan dimana koper mamih, waduh mulai kalimat di ulang-ulang "mamih bag, mamih bag, mamih bag". 

Satu pramugari melintasi kami dan menyapa Babam, "halo lucu banget namanya siapa??", Babam jadi mesam-mesem aja. Satu lagi pramugari lewat melintasi kursi kami dan menyapa Babam " yuk mau ikut main gak??". Babam mengangguk dan mamih papih main lirak-lirik, lalu mamih menambahkan "Babam mau main? ya main saja boleh". 


15 menit kosong nih


Terdengar sih suara tawa Babam dengan beberapa pramugari di belakang, juga kalimat-kalimat cerita pesawat, Babam mempraktekan pesawat yang miring. Mamih hanya mendengar saja dari kursi sambil melihat jarum jam di pergelangan tangan penumpang.

Papih sambil berbisik ke mamih "mba nya uji nyali sama Babam, tapi kayaknya senang coba aja tahan berapa menit". Mamih terus menoleh ke belakang dan masih aman sih, papih juga beberapa kali menoleh kebelakang, tapi kondisi stabil tidak ada gejolak, jadi aman.

Kurang lebih 15 menit terdengar suara Babam " wow so many people, its mamih and papih seat". Wah Babam sepertinya nampak senang, papih dan mamih jadi berterima kasih ternyata pramugari di Batik Air ramah sekali, sampai senang mengajak Babam bermain di belakang. Lalu pramugari yang mengantar menyampaikan bahwa karena mau mendarat jadi Babam kami antarkan ke kursinya supaya aman.

Sengaja saat kami turun paling akhir untuk membereskan tas dan botol susu Babam (iyak Babam masih ngedot). Mamih sempat tanya, Babam saat main apakah ia senang, dan papih masih sibuk membereskan tas.


Udah balik lagi hahaha


Mba pramugari menyampaikan di belakang menebak bagian pesawat, seperti jendela, pintu, tempat duduk dan bagian langit secara umum. Mba Pramugari menyampaikan kalau Babam lincah sekali , sudah malem masih banyak senyum dan suka sekali tertawa, jadi para pramugari dibelakang senang dan beberapa foto sama Babam. Cuma sayang papih gak sempat foto. 

Papih juga menyampaikan bahwa terima kasih  kepada pramugari, jadi Babam tidak bosan dipesawat dan merasa aman juga senang berada di dalam. Dengan kondisi harus prima dan ramah dalam bertugas, senang ketika melihat sendiri bahwa pramugari juga sigap melihat kondisi kami yang agak lebingungan melihat Babam yang tidak bisa diam.

Saat pramugari menyapa Babam kembali, Babam bilang dan menunjukkan majalah yang ada di bagian kursi pesawat bahwa ia mau ke Margo. Interaksi Babam kalau lagi senang memang menggembirakan dan sebelum turun dari pesawat Babam memeluk juga mencium mba pramugari.

Papih juga mamih tidak menyangka akan merasakan ketenangan di pesawat dan sangat terbantu sekali dengan pelayanan pramugari Batik Air. Mamih sempat berfikir agak sulit juga yah jadi pramugari, mamih aja jalan di pesawat untuk ketoilet udah agak oleng, apalagi pramugari yang melayani penumpang, membantu merapikan bagasi kabin, mencarikan tempat duduk dan masih ada beberapa tanggung jawab pekerjaan lainnya.

Apalagi dengan jadwal terbang yang kadang berjauhan dari keluarga dan berhari-hari meninggalkan keluarga, gak kebayang kalau memiliki anak dan lama meninggalkan anak. Mungkin pekerjaan pramugari mamih bayangkan begitu mentereng dan mewajibkan dengan senyum ramah juga tampil menarik. Dibalik semuanya ada tanggung jawab yang tentunya tidak mudah.

Pelajaran 15 menit saat kursi Babam kosong memberikan sebuah ingatan yang membuat senyum papih dan mamih. Ketika ada kesempatan untuk memfasilitasi Babam yaudah dikejar, diusahakan meski kadang ada suara-suara menyerah dari dalam hati.

Setiap orang dan keluarga memiliki semangat juang dan pengorbanannya masing-masing. Begitu juga dengan pekerjaan. Pramugari memang dinilai mewah dan sebuah profesi yang membanggakan tetapi perjuangan untuk menjadi pramugari juga banyak yang berkali-kali daftar tidak lolos. Berjuang terus dan belajar dari kegagalan, begitu juga dengan pekerjaan yang papih dan mamih hadapi, harus banyak belajar untuk memaksimalkan potensi diri. Gali aja terus, coba aja, nekat aja, dan jangan serakah itu juga yang menjadi bold dalam pemikiran kami berdua.

Dari 15 menit papih mamih bisa merenung menilik ke jendela, begitu luasnya langit diselimuti malam yang gelap. Pesawat yang kita lihat besar di darat menjadi sangat kecil dilangit. Melihat langit yang begitu tinggi dan jauh dari bawah begitu dekat ketika berada diatas. Rumah dan mobil yang begitu megah seakan mejadi sangat kecil dilihat dari jendela mungil di pesawat.

Menjaga suasana ketenangan selama penerbangan juga membagi hak penumpang lain yang ingin merasakan denyut kenyamanan diatas pesawat terbang. Mencoba terus mematuhi aturan di pesawat dan memberikan keleluasaan petugas untuk menjalankan aturannya. Sehingga ego yang sekeras karang bisa berbaur hingga beradaptasi dengan lingkungan luas.


ini ngapain uyyy


Melatih Babam kooperatif, sering memberikan kondisi yang tidak nyaman "menurut Babam" sehingga ia terbiasa dengan suasana yang harus ia patuhi. Tetapi papih dan mamih juga mengingat memberikan kesempatan Babam belajar juga bukan berarti egois memberikan ketidaknyamanan pada lingkungan luar yang mungkin akan merasa aneh kalau melihat Babam berguling dengan wajah merah, air mata yang membludak.

Perjalanan singkat yang menyenangkan, sebenarnya ada beberapa perjalanan seru yang belum papih juga mamih tuliskan. semoga tiap minggunya kami bisa mencatat sebuah perjalanan untuk pengingat juga pembelajaran agar bisa menjadi orang tua yang sabar dan berlapang dada untuk belajar, belajar dan belajar.

12 komentar:

  1. Semangat terus ya Mamih dan Papih Babam. Tidak ada usaha yg sia sia.

    BalasHapus
  2. Guemessss bgt. Blom pernah ketemu Babam Langsung. Pipinya itu nantang banget utk di cubitin :D

    BalasHapus
  3. Gemes sekali babam.... Tenaganya full terus....

    BalasHapus
  4. Wah asik ya Babam liburan ke Jogja. Babam sudah sangat mandiri dan pintar diajak pergi jauh ya mbak. Jadi orang tua juga senang...

    BalasHapus
  5. Babam pinter banget ya mbak, semangat terus Babam, semangat juga buat Mbak. Babam jangan lupa jalan2 terus ya..hihihi..

    BalasHapus
  6. Kuingin seperti itu. Diajak main pramugari... Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe yuk mas main sini ������

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Kenapa aku berasa lahap bgt baca tulisan mbak yg ini? Bahaya. Bisa ketagihan.

    BalasHapus
  9. Ngerti banget sih mba, perjuangan bawa anak naik pesawat :p. Akupun ngerasain yg sama. Anak yg pertama udh kita ajak traveling pas umur 8 bulan dan itu sempet bikin aku trauma krn pawangnya alias si papi ga ikut. So si anak super rewel wkwkwkw. Kalo adeknya lebih parah, sekali dia naik pesawat, tanpa papi juga, dan aku panik itu denger dia ga bisa diem. Untung aja babysitternya ikut -_-. Sejak itu pokoknya bertekad, bepergian ama anak, pokoknya hrs ada si papi :p. Kalo ga ada mending aku pergi sendiri :D

    BalasHapus
  10. Mamiiiiih aku deg-degan baca di awal, tapi jadi happy terharu gitu baca di bagian akhir.. Hihi :D Babam happy ya siajak main sama pramugari.. Alhamdulillah jadi bisa istirahat juga ya mih 15 menit.. Babam pinteeeerr.. Tante Dita pingin juga ngelus rambutnya ya ampun tebel amat sih.. hahaha.. Eh, aku belum pernah naik Batik.. Jadi mau nyobain.. 😅

    BalasHapus