Kamis, 06 September 2018

Asian Games 2018 : Para Atlet Menjadi Idola Baru



Idola Baru Asian Games 2018


Selebrasi Jojo, salah satu atlet badminton di nomor tunggal putra menuai polemik. Dengan membuka kaus seusai mendapatkan medali emas untuk Indonesia diakuinya merupakan sebuah spontanitas mengekspresikan rasa bangga, bercampur dengan haru dan lega. Lantas Jojo langsung mejadi idola baru dan menjadi trending topic Indonesia.



Kaus Jojo dilelang dengan harga amat tinggi, 400 Juta Rupiah, yang akan disumbangkan untuk korban gempa di NTB. Tak hanya Jojo, sejumlah atlet seperti Defia peraih medali emas pertama, Lindswell Kwok, Zohri, Aries Susanti, Aqsa, Emilia dan sederet nama lainnya yangmemberikan medali untuk sejumlah cabang pertandingan. Sehingga Indonesia berada di peringkat 4 klasemen Asian Games 2018 dengan perolehan 98 medali diantanya 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu.

asian games 2018
Indonesia Juara


Selain itu Hanifan, atlet pencak silat yang berhasil membuat sebuah moment indah berpelukan dengan Pak Presiden Jokowi dan Pak Prabowo langsung viral, yang nota bene Pak Jokowi dan Pak Probowo merupakan kandidat capres yang akan bersaing di 2019 nanti. Foto dan video dalam peristiwa tersebut langsung viral di media sosial maupun pemberitaan, yang merupakan sebuah potret persatuan bagi bangsa Indonesia, yang mengedepankan Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-beda namun tetap satu jua.

Seperti maskot Asian Games 2018 yang diburu oleh para penggemar terdiri dari Bhin-bhin, Atung dan Kaka, yang diambil dari Bhineka Tunggal Ika, merupakan hewan khas dari Indonesia yaitu Burung Cendrawasih (bhin-bhin) yang menyimbolkan strategi, Rusa Bawean (atung) yang merepresentasikan kecepatan, dan Badak Bercula (kaka) yang merupakan simbol dari kekuatan.

Menjadi idola bukan hal yang muda, apalagi memperoleh prestasi saat menjadi atlet bukan sebuah hal yang instan, perlu latihan bertahun-tahun, jauh dari keluarga, waktu digunakan untuk fokus latihan, mental Dengan prestassi membanggakan dari bangsa Indoneia yang dipersembahkan oleh para atlet merupakan sebuah rekor tersendiri memperoleh medali terbanyak dengan peringkat  besar, dan belum pernah diperoleh Indonesia sebelumnya.

Bagaimana strategi yang dilakukan oleh pemerintah ???

Dukungan Pemerintah Mendorong Prestasi Atlet Indonesia 


Peyederhanaan organisasi olahraga dengan Perpres No. 95 Oktober 2017, mengenai Induk cabang olahraga secara mandiri mengelola anggaran pelatnas, atlet, pelatih dan tim mendapatkan dukungan penuh untuk fokus pada latihan dan mengikuti berbagai pertandingan/ uji coba. Pemerintah (Kemenpora) bertanggung jwab penuh atas prestasi olahraga. KONI sebagai mitra pemerintah melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap induk cabang olahraga.



Dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9, hadir salah satu pelatih cabang olahraga panjat tebing yang mengakui peyederhanaan tersebut membuat ia leluasa dan fokus dalam latihan untuk memberikan yang terbaikdan mendapatkan prestasi.

Bentuk dukungan pemerintah, antara yang dulu dan sekarang, menurut Hendra, cukup nyata. Misalnya, pada saat pemerintahan yang dulu, jika para atlet untuk mendapatkan peralatan panjat butuh waktu beberapa bulan, tapi sekarang saat persiapan Asian Games 2018, cukup cepat.

“Contohnya, untuk kebutuhan sepatu, setiap atlet saya bilang harus ada 7 sepatu. Belum lagi perlatannya. Training camp 1 bulan di Rusia, dan lainya. Semua itu langsung mendapat dukungan cukup cepat oleh pemerintahan sekarang. Sehingga, jelas sekali dukungan pemerintah sangat berpengaruh,” tegas Hendra.

Dalam kesempatan tersebut Bapak Menteri Imam Nahrawi menyampaikan, Saya meminta para atlet dan pelatih semangat ini jangan sampai kendor, api ini tidak boleh redup karena masih banyak tantangan di depan sana,". Seperti jadwal para atlet belum bisa pulang ke kampung halaman karena sudah lanjut fokus untuk pertandingan kejuaran dunia dan Olimpiade 2020.

Menurut Menpora, selepas ajang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang bagaimana beberapa single event berskala dunia beberapa cabang seperti Kejuaraan Asia Badminton, Kejuaraan Dunia Panjat Tebing dan lainnya harus direbut kembali.

asian games 2018 kemenpora
Menpora, Iman Nahrawi


Pasalnya, Imam Nahrawi menambahkan sesuai Peraturan Presiden No 95/2017 dengan model pembinaan olahraga nasional yang baru try out di luar negeri akan diperbanyak, jadwal pelatnas di dalam negeri dikurangi.

"Sehingga mereka bertemu dengan juara-juara dunia. Semakin sering mereka bertanding, pasti motivasinya juga akan mengalahkan juara-juara dunia," jelas Menteri Imam.
Dengan tempaan yang diberikan semoga para atlet makin mencintai dunia cabang olahraga yang digelutinya. Untuk papih sendiri perhelatan Asian Games 2018 ini banyak para atlet yang mulai dikenal oleh masyarkat, tidak hanya dari cabang yang populer saja. Bahkan ada usia termuda dan tertua dalam Asian Games 2018 yakni 12  dan 78 tahun dengan perolehan medali perak serta perunggu.

Dengan berbagai cerita, latar belakang dan inspirasi perjuangan para atlet memberikan motivasi untuk masyarakat bahwa menjadi atlet Indonesia kini, merupakan hal yang menjanjikan dan lebih sejahtera. Perjuangan mereka yang begitu berat dan banyak hal yang dikorbankan tentunya perlu pendampingan agar menjaga psikologis para atlet bahwa harus fokus dan mengeluarkan segenap kemampuan untuk memberikan yang terbaik.

Seperti diketahui, Perpres No 95/2017 yang membedakan proses pembinaan prestasi olahraga nasional di masa lalu dengan pembinaan di era sekarang. Kebijakan tersebut memotong birokrasi dalam menggelontorkan anggaran pembinaan atlet langsung ke pengurus cabang olahraga. Sejauh ini pada tahun 2018, dana pembinaan yang dikelola Kemenpora sebesar Rp735 miliar.

Adapun, try out di luar dan dalam negari akan difokuskan dalam cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olimpiade Tokyo 2020.

asian games 2018 insonesia juara
Inspirasi Olahraga dan Hidup Sehat


Hal menarik lainnya juga atlet dengan perolehan medali begitu kebanjiran bonus dan menjadi jutawan bahkan miliader ditambah juga dengan hadiah dari berbagai pihak sponsor yang bisa mereka peroleh. Bonus langsung diberikan sebelum penutupan Asian Games 2018, dan video pembagian bonus dari pemerintah bisa langsung disaksikan oleh masyarakat. Sehingga pemecut semangat dan kesejahteraan pahlawan olahraga agar lebih baik lagi di perhelatan dan ajang berikutnya.

Apakah sahabat ingin juga memiliki bonus besar yang diperoleh  para atlet ?, mungkin bisa sedari dini mencintai olahraga, mengenalkan anak-anak untuk senang dengan cabang-cabang olahraga dan menjadikan semangat ini gaya hidup sehat untuk masyarakat Indonesia. Doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia juga tambahan energi bagi para atlet yang berlaga, para atlet bisa merasakan animo yang luar biasanya menguatkan dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk bertanding.

Baca Juga : Indonesia Kalahkan Batas

Semoga tidak hanya pada cabang olahraga Indonesia memperoleh dan memperbaharuui prestasi menjadi lebih baik dan membuktikan bila bangsa Indonesia merupakan bangsa yang bersatu dan bangsa besar. Banyak lini dasar yang harus diperbaiki oleh bangsa Indoneia, terutama yang sangat mendasar adalah sektor pendidikan. Untuk memasuki revolusi indutsri 4.0 dan memajukan berbagai bidang, diperlukan perombakan pendidikan guna meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar