Selasa, 18 September 2018

MUI Tegaskan, Imunisasi Wajib

 Imunisasi  Mudah, Murah, Aman, dan Ampuh


imunisasi wajib


Penyelenggaran imunisasi bagi masyarakat Indonesia, sebenarnya sangatlah mudah. Pemerintah memberikan pelayanan dan fasilitas yang menjangkau setiap Desa, Kelurahan, Kecamatan untuk memberikan sosialisasi pentingnya imunisasi untuk anak-anak Indonesia. Imunisasi dapat diikuti oleh setiap anak sesuai dengan tahap usianya mudah, murah dan ampuh untuk menghindari penyakit dan virus yang menghambat tumbuh kembang anak secara optimal.



MUI Menghimbau Orang Tua, Wajib Imunisasi


Sebagai orang tua tentunya bahagia melihat anak-anaknya tumbuh dengan sehat dan cerdas, tetapi bila di Indonesia banyak yang acuh akan kewajiban untuk melakukan imunisasi akan berpengaruh pada anak-anak lain dilingkungan sekitar. 


fakta imunisasi wajib
Ayo Imunisasi

Kalau papih melihat dari berbagai pandangan tidak ada alasan lagi untuk orang tua mengelak dalam melakukan imunisasi, terlebih vaksin MR yang justru sangat penting tapi orang tua enggan membuka wacana sederet faktor penting melakukan imunisasi.

“ keputusan tidak melakukan imunisasi memang betul merupakan sebuah pilihan setiap orang tua, tetapi kalau sudah terkait dengan nyawa anak-anak lain, apakah masih mengedepankan ego, dimana hati nuraninya ?”

Karena urusan imunisasi terkait dengan otonomi anak-anak lain dan tentu saja tanggung jawab pemerintah untuk melindungi anak-anak Indonesia dari bencana penyakit dan virus akibat banyak anak-anak yang tidak melakukan imunisasi.

Mulai tarik nafas panjang dan menelaah alasan apa yang membuat menolak untuk melakukan imunisasi ? dimana titik fokusnya ?


Video Motion Graphics 
Manfaat Imunisasi



Pandangan Agama Mengenai Imunisasi


Kebersihan merupakan sebagian daripada iman, tentu saja erat akan kaitannya dengan kesehatan, negara dengan lingkungan yang bersih memiliki statistik data yang berpengaruh pada kesehatan warganya. Untuk itu dalam ajaran agama menyarankan untuk menjaga kebersihan agar mencegah terjangkitnya penyakit. Hal yang sama juga ikhtiar yang dilakukan dalam imunisasi utnuk mencegah dan menghindari adanya wabah penyakit, sekali lagi ini bukan hanya urusan anak sendiri tetapi menyangkut kepentingan masyarakat banyak. 

Ayo Imunisasi wajib dan aman
Ayo Imunisasi 

Tentu saja dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia tidak berdiam diri dan mengedepankan kepentingan masyarakat Indonesia terutama anak-anak yang menjadi penerus. 

KH Ma'ruf mengatakan, mencegah dan menghilangkan bahaya hukumnya wajib. Apalagi bila kondisi sudah dinyatakan darurat. Beliau menekankan, yang menyatakan Indonesia darurat campak dan rubella bukanlah MUI, melainkan Kementerian Kesehatan RI.

Tetapi, dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, Kementerian Kesehatan RI adalah pihak yang berkompeten dan berwenang menyatakan status darurat campak dan rubella. Tentu saja MUI juga memiliki kewengan dengan menerbitkan fatwa mengenai imunisasi.


Fatwa imunisasi wajib
Fatwa mengenai imunisasi (Dok. http://fmb9.id)

Dalam pemarannya KH Ma’ruf menjelaskan, Komisi Fatwa MUI telah mengeluarkan fatwa vaksin MR boleh digunakan selama belum ada vaksin sejenis yang halal. KH Ma'ruf mengatakan hal itu sama dengan vaksin meningitis yang digunakan sebelum umat Islam berhaji. Kalau pendapat dari ulama terpecaya di Indonesia masih belum dapat mendobrak pintu pertahan mengenai alasan menolak imunisasi, sebenarnya apa alasan terkuat bila anjuran ikhtiar ini diabaikan.


Titik terang fatwa imunisasi wajib
Titik terang fatwa imunisasi (Dok. http://fmb9.id)

Sudah ada fatwa MUI No. 4 tahun 2016 “bahwa melakukan imunisasi apabila ada bahaya yg mengancam, menimbulkan penyakit atau semacam kecacatan yang berkelanjutan, maka bukan hanya boleh, bahkan wajib," kembli KH Ma’ruf menegaskan, serta diperkuat dengan tindakan MUI yang telah mengeluarkan fatwa nomor 33 tahun 2018 yang membolehkan penggunaan vaksin untuk imunisasi.


Pandangan Medis Mengenai Imunisasi

Imunisasi merupakan upaya medis untuk mencegah terjadinya suatu penyakit. Program imunisasi terbukti menurunkan angka kesakitan dan kematian karena infeksi pada bayi secara drastis. 

Namun, sering ada pendapat salah tentang imunisasi yang menimbulkan keraguan dan penundaan, bahkan penolakan. Padahal penundaan atau penolakan imunisasi akan membawa risiko terkena infeksi bagi anak bersangkutan, pemerintah juga semakin bekerja keras agar jumlah anak yang melakukan imunisasi sesuai dengan target.


Kampanye imunisasi wajib
Presiden Jokowi Mendukung Penuh Imunisasi. (Dokhttp://sehatnegeriku.kemkes.go.id)

Anak-anak harus mendapat imunisasi karena 2 hal, yaitu anak harus dilindungi dan imunisasi dapat melindungi anak-anak di sekitarnya yang tidak mendapatkan imunisasi apabila cakupan imunisasi tinggi. 


Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek mengatakan darurat campak dan rubella jangan hanya dipandang sebagai suatu hal yang pribadi, melainkan juga darurat bagi lingkungan. Imunisasi merupakan salah satu cara untuk menciptakan kekebalan komunitas. Kekebalan lingkungan baru akan tercapai setidaknya bila cakupan imunisasi mencapai 95 persen dari komunitas. 


Ibu Nila Moeloek imunisasi wajib
Nila Moeloek, dalam kunjungan meninjau imunisasi
(Dok http://sehatnegeriku.kemkes.go.id)

Peristiwa yang ditakutkan ketika banyak penolakan imunisasipun terjadi, kejadian luar biasa campak yang terjadi di Asmat, Papua. 

Perstiwa ini merupakan akibat dari cakupan imunisasi yang sangat rendah. 

Seperti yang dicontohkan lagi mengenai imunisasi MR, menurut data hingga 17 September 2018, pemberian imunisasi berada di angka 49,07% dari target 85%. Beberapa provinsi yang cakupan imunisasi MR di bawah rata-rata nasional antara lain Aceh, Riau, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Timur.

Sangat diharapkan ketika target imunisasi MR tercapai cakupan imunisasi tinggi membawa dampak positif penurunan kasus campak dan rubella di Pulau Jawa yang signifikan. Data Kemenkes mencatat sebanyak 8.009 suspek campak dan rubella (2.535 positif campak dan 1.549 positif rubella) menurun menjadi 1.045 suspek (38 positif campak dan 176 positif rubella).


Pandangan Ekonomi Mengenai Imunisasi 

Imunisasi digencarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (disebut juga World Health Organization atau WHO) untuk melindungi orang-orang dari penyakit yang berbahaya. Semua negara mengikuti anjuran Badan Kesehatan Dunia agar melakukan imunisasi bagi semua rakyatnya. Setiap negara juga memiliki kebijakan dan jadwal yang berbeda dalam melaksanakan proses imunisasi. 

Imunisasi dasar yang diberikan oleh pemerintah tentu saja grais dan mudah untuk dilakukan. Orang tua hanya datang ke puskesma atau posyandu kemudia akan diberikan penjelasan mengenai pentingnya imunisasi serta jadwal untuk melakukan imunisasi bayi dan anak-anak.


Imunisasi wajib dan aman untuk kesehatan
Ibu Menteri Nila Moeloek menghimbau agar orangtua melakukan imunisasi untuk anaknya.
(Dok. http://fmb9.id)

WHO juga menyoroti pentingnya imunisasi sebagai prioritas investasi kesehatan global, mempromosikan pemahaman tentang langkah-langkah tindakan yang diperlukan untuk mencapai cakupan maksimal. Imunisasi rutin penting dilakukan sebagai pertahanan dan bagian dari perawatan kesehatan primer yang kuat serta universal. Dengan begitu anak bisa tumbuh kembang dengan sehat dan kuat.


Ketika nantinya masyarakat enggan melakukan imunisasi dan wabah penyakit yang seharusnya bisa dicegah kembali merebak akan berpotensi dalam kerugian besar yang dialami oleh negara untuk melakukan upaya menustaskan wabah penyakit tersebut.

Akan ada lonjakan pasien dan menurunkan produktivitas orang tua yang harus merawat anaknya ketika sakit akibat enggan melakukan imunisasi. Dampak negatif ketika abai akan imunisasi juga berdampak panjang untuk generasi penerus bangsa, ketika pertumbuhan dan perkembangannya tidak optimal tentu masa depan suatu negara akan berada diujung tanduk.

Karena kekhawatiran tersebut negara bertanggung jawab agar masayarakat dapat mengikuti imunisasi dasar dan juga imunisasi MR untuk menghindari kembalinya wabah penyakit sebelum berkelanjutan.

Ketika makin banyak yang menolak untuk himbauan imunisasi akan ada biaya tambahan kembali untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas untuk itu sangat diharapkan antusiasme masyarakat dalam mendukung program pemerintah untuk melakukan imunisasi demi kepentingan bersama.


Pandangan Sosial Mengenai Imunisasi

Indonesia sudah berada dalam 10 besar dengan jumlah anak yang terjangkit penyakit Campak dan Rubella akibat penolakan dari vaksin. Hal ini sangat berbaha karena dikhawatirkan wabah penyakit ini akan kembali datang dan menyerang anak-anak, Ibu hamil yang merupakan penerus masa depan bangsa. Seperti contohnya di Asmat ketika ratusan anak terkenan campak dan rubella banyak korban yang meninggal karena cakupan imunisasinya tidak tinggi.

Anak-anak dan masyarakat yang mungkin merasa baik-baik saja ketika tidak melakukan vaksin, tetapi ia mobilisasi hal ini juga yang mengakibatkan penyakit kembali muncul dan menularkan orang-orang pada lingkungan disekitar.

Dalam kasus tahun ini ancaman campak rubella sudah semakin besar dan meluas, karena kondisi darurat yang dialami bangsa Indonesia, pemerintah terus melakukan sosialisasi untuk memberikan wawasan dan edukasi agar masyarakat dapat melakukan vaksin.

Dilihat dari jumlah penduduk yang besar, sekitar 70 juta anak yang menjadi target untuk melakukan imunisasi, ditambah dengan geografis Indonesia yang beragam, bahkan pedalaman juga pelosok yang menjadi tantangan pemerintah agar imunisasi dapat mencakup semua daerah di Indonesia.

Menurut MUI, darurat di Indonesia tentu saja disampaikan oleh pihak yang berkopeten yaitu, Kemenkes. Bagi MUI kalau buktinya sudah ada, evaluasi cukup, datanya cukup, berarti memang ini bahaya sehingga harus dicegah melalui imunisasi. Hukumnya bukan hanya boleh tapi wajib. Ini cara berpikir MUI," seperti yang ditegaskan oleh KH Ma’ruf Amin.

Dari beberapa pandangan diatas tentunya imunisasi merupakan hal krusial yang harus dilakukan untuk kepentingan bersama tidak boleh menjadi manusia yang egois, ketika hidup dalam negara yang demokrasi. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ada perlu adanya sebuah keberaturan demi menuju kehidupan untuk anak-anak Indonesia yang lebih sehat dan bahagia.

Ibu Nila Moeloek menerangkan, “ beberapa negara sudah eliminasi rubella. Bangladesh, India sudah, tapi Indonesia belum. Ini perlu diperhatikan karena mereka khawatir orang Indonesia yang ke sana akan membawa kembali virus rubella karena Indonesia belum eliminasi rubella, kita akan terus melanjutkan proses imunisasi hingga tuntas. Karena khawatir negara-negara lain akan enggan berkunjung ke Indonesia, bila angka penyakit campak dan rubella masih tinggi”.


Fakta Mengenai Imunisasi

Imunisasi merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Ada dua jenis imunisasi yang harus diberikan kepada anak Anda yaitu imunisasi aktif (vaksinasi) dan pasif (ASI atau antibodi bawaan dari ibu saat masih di dalam kandungan)

Di Indonesia, tiap bayi di bawah umur satu tahun harus mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Imunisasi ini berguna untuk mencegah bayi terkena penyakit polio, campak, tuberkulosis (TBC), difteri, pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan hepatitis B.

Imunisasi dasar lengkap ini terdiri dari 5 jenis vaksin yang akan diberikan sesuai umur bayi, dan pemberian setiap vaksinnya bisa dilakukan lebih dari satu kali. Dengan mendapatkan vaksin sesuai umurnya, tubuh bayi dirangsang untuk membuat sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dengan membentuk anti bodi sebagai perlawanan untuk menyerang penyakit berbahaya.

Jika terlambat melakukan imunisasi, segera lakuka dan hubungan petugas medis untuk mendapatkan pelayanan imunisasi dasar. Resiko bila bayi tidak melakukan imunisasi dasar akan mudah terkena penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas. Parahnya, penyakit tersebut bisa menyebabkan kematian pada anak. Sistem kekebalan tubuh pada anak yang tidak mendapat imunisasi tidak sekuat anak yang diberi imunisasi.


Diskusi Imunisasi wajib dan aman untuk kesehatan
Diskusi Imunisasi wajib dan aman untuk kesehatan
(Dok. http://fmb9.id)


Untuk proses pembuatan vaksin sendiri, Vaksin MR yang digunakan saat ini merupakan vaksin impor partnership yang bersinergi dengan negara berkembang. Produk vaksin MR sudah memiliki Pra-Kualifikasi WHO, serta teregistrasi dan dipasarkan lebih dari 140 negara. Dipakai lebih dari 1 Miliar dosis, termasuk di Malaysia, Iran, Kamerun, Maroko, Tunisia, Yaman, dan negara Islam lainnya. 

Vaksin MR yang digunakan sangat aman dan berkualitas, karena sudah mempunyai ijin edar dari BPOM.
Bio Farma terus berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Kemenkes dan MUI terkait kehalalan vaksin MR. Secara Internasional, penerapan vaksinasi di negara Islam (OIC) dianggap tidak ada masalah. 

Vaksin MR tidak menggunakan stem cell dalam produksinya. Vaksin MR bukan dibuat dari virus aborsi wanita sehat yang dipaparkan virus rubella. Vaksin MR tidak mengandung Mercury. Sampai saat ini tidak ada fakta yang menunjukkan bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan Autisme.


Bagaimana dengan Orangtua Mengenai Imunisasi?

Orangtua mendukung imunisasi
Orangtua mendukung imunisasi


Sebagai orang tua, papih  juga tidak ingin egois memaksakan pendapatnya ketika tidak dipenuhi dengan data dan fakta yang valid. Ketik imunisasi sangat penting ditelusuri dari berbagai pandangan, seakan tidak ada lagi alasn untuk menolak imunisasi. Justru ketika adanya penplakan akan berpotensi berbahaya untuk lingkungan dan anak-anak lainnya.

Melihat penderitaan orang tua yang memiliki anak dengan rubella begitu berat dari segi, ekonomi, sosial, kesehatan, mental dan tentu saja hal tersebut juga tidak ingin terjadi pada keluarga sendiri. 

Tujuan bersama dari kampanye imunisasi tentu saja memiliki target cakupan yang tinggi, sehingga perlindungan terhadap anak-anak serta masyarakat di Indonesia dapat maksimal terpenuhi, dan mengurangi keresahan masyarakat, berikut tujuannya :

  • Menurunkan angka morbilitas akibat penyakit tertentu
  • Meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat terhadap suatu penyakit
  • Memutuskan transmisi dan mata rantai virus
  • Menurunkan angka kejadian yang membahayakan anak-anak juga masyarakat


Dimana Mendapatkan Imunisasi Dasar ?

Imunisasi dasar merupakan program pemerintah, sebagai tanggung jawabnya dalam melindungi anak-anak di Indonesia. Imunisasi terjadwal dan disesuaikan dengan tahap usia bisa dilakukan di Puskesmas, Posyandu dan Sekolah secara gratis.


Sumber : 
www.sehatnegeriku.kemkes.go.id
FMB9




Tidak ada komentar:

Posting Komentar