Rabu, 14 November 2018

Pengangguran dan Proyeksi Pekerjaan 5 Tahun ke Depan



Kalau melihat angka pengangguran yang setiap tahunnya menurut data BPS menurun, seakan miris ketika SDM di Indonesia banak yang tidak memenuhi kriteria pada pekerjaan di era digital. Penyebaran pendidikan yang timpang dan tidak merata, janji manis menjadi konglomerat instan seolah makin membodohi masyarakat dan menumpas motivasi alam meningkatkan kapasitan dan kualitas.



Tetapi sebenarnya kesempatan kerja memang terbuka di era digital seperti ini, sayangnya ada kesenjangan antara penyedia lapangan kerja dan SDM di Indonesia yang belum setara. Untuk itu beberapa program kerja keras pemerintah memang harus benar-benar direalisasikan kalau ingin membuat ekonomi masyarakat stabil.

Pengangguran Berkurang


Terasa cukup memanas persaingan pada saat lowongan untuk CPNS dibuka, bayngkan saja dari sejumlah 3 juta pendaftar, kuota yang tersedia hanya sekitar 200rb saja. Apakah ini cukup membuat pemerintah harus mengevaluasi sistem dan alur pekerjaan di Indonesia?. Pemerintah menjanjijan untuk membuka 10jt lapangan pekerjaan, memang banyak program yang dilakukan pemerintah tetapi belum terasa signifikan dampak pengurangan pengangguran walaupun setiap tahunnya  ada angka desimal yang berkurang.

Disampaikan oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. Secara keseluruhan tren tingkat pengangguran terbuka (TPT) selalu menurun. Pada tahun 2015 jumlah TPT sebesar 7,31% pada tahun 2018 6,45%. Secara keseluruhan trennya tetap positif. Pertumbuhan sektor manufaktur, pariwisata, makanan dan minuman ini cukup berkontribusi menyerap tenaga kerja.



Tetapi pemerintah menyadari bahwa pembahan penggangguran untuk capaian yang ada belum sepenuhnya yang kita harapkan. Namun kita harus jujur melihat trennya, pengangguran terus menurun. Tantangan ini yang cukup membuat lembaga terkait berfikir keras agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan lapangan pekerjaan yang layak.

Pemerintah percaya diri dan optimistis dengan adanya program dari Kemendes PDTT terkait program Dana Desa yang di dalamnya ada Program Padat Karya membuka peluang kesempatan kerja di desa. "Jadi situasi naiknya pengangguran di desa menurut saya sifatnya tidak permanen. Saat masa panen datang dan harga komoditas meningkat maka pengangguran ini otomatis akan turun, Hanif Dhakiri mennjelaskan.

Tingkat pengangguran terbuka berbasis pendidikan yang paling besarkontribusinya adalah dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sekitar 11,24%. Dari semua kategori pendidikan trennya positif. Pada tahun 2015 sumbangan lulusan SMK ke pasar tenaga kerja sebanyak 12,65%, tahun 2016 mencapai 11,11%. Tahun 2017 naik lagi menjadi 11,41, dari tahun 2017 ke 2018 menjadi 11,24%.


Evaluasi dan pembenahan SMK


Adanya angka sumbangan yang terbesar dari SMK, tentunya hubungannya dengan Kemendikbud dalam menciptakan pendidikan dengan berbasis keterampilan yang mumpuni bagi siswanya. Pemerintah mulai merombak sistem pendidikan mulai dari guru, fasilitas, juga metode pembelajaran agar dinilai tidak tertinggal dengan negara ASEAN.

SMK menurut Mendikbud Muhadjir Effendy merupakan tingkat pendidikan yang persentase penurunan pengangguran terbukanya selalu turun setiap tahunnya. Capaian tersebut, tidak terlepas dari kuatnya komitmen pemerintah untuk mengurangi pengangguran. Termasuk melalui Inpres Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi SMK dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. 

Sebenarnya alur dan track dalam revitalisasi SMK sudah berpijak pada rel yang ada, pertama adalah dengan membuat peta jalan pengembangan SMK. Kedua, pengembangan dan penyelerasan kurikulum. Ketiga, melakukan inovasi pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tendik. Keempat, menggelar kerja sama sekolah dengan dunia usaha, industri, serta perguan tinggi. Kelima, meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK dan akredetasi SMK, dan keenam, membentuk Kelompok Kerja Pengembangan SMK. 

Revitalissi Vokasi juga semakin mempertajam sasaran pendidikan SMK, agar lebih kompetitif dalam duni kerja dan memiliki jenjang karir yang bisa mensejahterakan. Salah satunya dengan penyusun kurikulum sesuai spektrum keahlian SMK hasil revisi, dan, melakukan sinkronisasi kurikulum sekolah sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). 

Ada enam strategi yang digelar untuk mengurangi angka pengangguran SMK, antara lain :

Pertama meningkatkan kualitas belajar mengajar sehingga siswa memperoleh keterampilan dasar, kemampuan untuk berpikir kritis, serta nilai-nilai dan karakter untuk menjadi warga yang produktif dan pembelajar.

Kedua, upaya percepatan melalui penargetan dan strategi kompensasi kepada anak-anak miskin untuk mengurangi ketimpangan akses ke pendidikan yang berkualitas di daerah secara sistematik, sehingga mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, dan harmonis,” katanya.

Ketiga, menurut Muhadjir, adalah memperkuat pelatihan vokasi dan life skill di semua tingkat untuk mengembangkan angkatan kerja yang fleksibel dan terlatih dengan atribut personal, keterampilan dasar, dan kompetensi TIK dan vokasi yang siap kerja, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

Keempat, Muhadjir menjelaskan, tentang upaya pengembangan visi dan pola pikir guru dan tenaga pendidik, melampaui “budaya kepatuhan” menuju peningkatan kualitas pendidikan yang kreatif dan berkesinambungan. 

Kelima, kata dia, dengan mewujudkan pemerintah yang terintegrasi dengan akuntabilitas bersama dan perjanjian pembiayaan antarkementerian dan antarlevel pemerintahan untuk peningkatan capaian pendidikan. 

Keenam adalah merintis kemitraan baru dengan penyelenggara pendidikan, baik perusahaan publik maupun swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui kinerja berbasis pembiayaan dan akuntabilitas yang lebih baik.





Proyeksi Pekerjaan 5 Tahun ke Depan


Seperti yang bisa dirasakan pada era millenial kini bahwa ada pekerjaan yang berangsung mulai hilang dan digantikan dengan sistem digital yang memang lebih praktis. Tetapi siapkan SDM di Indonesia untuk diberondong pekerjaan baru yang perlu potensi dan skil yang tepat. 

Pemerintah sedang menyusun kerangka teknokratis RPJMN 2020-2024, di situ ada tingkat kebutuhan SDM-nya, bukan hanya sektornya saja, tapi di level mana pemerintah di sektor tersebut. Misal di pariwisata, apakah sudah bisa menyediakan semuanya atau masih perlu pendidikan dan pelatihan. Semua nanti ada di RPJMN.

Dengan adanya fakta menuju revousi industri 4.0 bukan membuat seluruh dstinasi wisata yang memuaskan nafsu swafoto dan tidak memikirkan faktor estetika wisata, namun perlu edukasi untuk menciptakan pariwisata yang tidak hanya indah tetapi edukatif.
Menaker Hanif Dhakiri, yang juga hadir sebagai narasumber dalam FMB 9, telah memproyeksikan pekerjaan apa saja yang akan naik atau turun kebutuhan SDM-nya hingga tahun 2025. 

Selama tahun 2017-2020, ada pekerjaan yang akan naik antara lain trainer, perawat, manajer keuangan, pengacara, agen penjualan, analis, terapis fisiologis, penasihat keuangan, SDM, perawat, dokter, programmer, dan layanan berita reguler.

Sementara pekerjaan yang turun antara lain manajer administrasi, mekanik, tukang cetak, pengantar surat, supir, petugas ekspedisi, pekerja pabrik, operator mesin jahit, perangkat komunikasi, dan radio.

"Kemudian selama tahun 2021 sampai 2025, pekerjaan yang akan naik antara lain pemeliharaan dan instalasi, mediasi, medis, analis data, manajer sistem informasi, konselor vokasi, dan analis dampak lingkungan," imbuhnya. 

Sedangkan pekerjaan yang turun, antara lain resepsionis, tukang kayu, desain tiga dimensi, pengolah semikonduktor, teller bank, travel agents, juru masak fast-food, dan operator mesin.

Sebagai informasi, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2018, jumlah penciptaan lapangan kerja untuk tahun ini sampai dengan Agustus adalah sebesar 2,99 juta. Jumlah tersebut telah melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 dan RPJMN 2015-2019.

Dengan adanya wawasan tersebut masyarakat juga bisa mempersiapkan keahliannya untuk mengejar ketertinggalan pendidikan juga memperbaiki kompetensi agar tidak lagi mengimpor tenaga asing lantara tidak berdayanya SDM di negeri sendiri.

Teknologi dapat diikutsertakan untuk mempercepat ketertinggalan pendidikan di Indonesia, mulai dengan pelatihan online, terstruktur dan ditangani dengan mentor yang handal, hendaknya para usia produktif bisa melaju untuk mendapatkan lapangan pekerjaan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan.

Indonesia juga haruss berterima kasih kepada beberapa star up juga para pengusaha yang dengan gigih membuka lapangan pekerjaan sepert market place online, transportasi online, financia technology yang memberikan peluang baru bagi masyarakat Indonesia, tinggal pemerintah memperbaiki sistem regulasi tersebut.


Sumber : FMB 9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar